PENGERTIAL MULTIMEDIA
SELASA, 2I April 2015
Pengertian Multimedia adalah media dan konten yang menggunakan kombinasi
dari bentuk konten yang berbeda. Istilah ini dapat digunakan sebagai kata benda
(media dengan beberapa bentuk) atau sebagai kata sifat yang menggambarkan media
yang memiliki beberapa bentuk konten. Istilah ini digunakan dalam media
yang berbeda dengan hanya menggunakan layar komputer dasar seperti teks saja,
atau bentuk-bentuk tradisional dari bahan cetak. Intinya Pengertian Multimedia
adalah kombinasi teks, audio, gambar diam, animasi, video, atau bentuk
interaktivitas konten
Penyajian dengan menggabungkan seluruh elemen multimedia tersebut menjadikan informasi dalam bentuk multimedia yang dapat diterima oleh indera penglihatan dan pendengaran, lebih mendekati bentuk aslinya dalam dunia sebenarnya. Multimedia interaktif adalah bila suatu aplikasi terdapat seluruh elemen multimedia yang ada dan pemakai (user) diberi kebebasan / kemampuan untuk mengontrol dan menghidupkan elemen-elemen tersebut. Kegunaan Multimedia Untuk Teknik Mesin
Multimedia dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi dan software simulasi yang berbasis teknik, seperti Autocad untuk merancang bangunan rumah, dalam bidang automotif software yang digunakan adalah Catia, Autodesk Inventor dan Solidworks, untuk simulasi menggunakan software CFD dan lain-lain. Simulasi dapat menampilkan objek- objek dua dimensi atau tiga dimensi yang dapat membantu dalam jurusan teknik mesin, multimedia dapat menampilkan objek komponen beserta karakteristik menyerupai bentuk nyata dan dapat menunjukan hasil dari simulasi yang berupa gelombang, angka dan persamaan matematis yang biasa disebut hasil simulasi atau post. Fungsi software dapat membantu karena dapat mempermudah menggambar dan mengetaui hasil simulasi dari benda yang kita analisa tanpa harus kita hitung secara keseluruhan. Hasil yang didapatkan dalam meenggunakan software itu tidak
jauh berbeda karena software mempunyai nilai kesalahan 10% saja dari hasil
sebenarnya.
Elemen Multimedia
Teknologi multimedia mulai diperkenalkan pada pertengahan tahun 80-an dan
telah membuka dimensi baru dalam Teknologi Informasi. Teknologi multimedia telah
membawa satu perubahan drastis pada industri media karena kemampuannya
menyatukan kelebihan televisi sebagai alat audio visual dan kekuatan teknologi mesin
cetak dan kemampuan teknologi interaktif komputer.
Terdapat 5 elemen multimedia penting yang mendasar pada yaitu:
1. Teks
2. Grafis
3. Audio
4. Video
5. Animasi
Penyajian dengan menggabungkan seluruh elemen multimedia tersebut menjadikan informasi dalam bentuk multimedia yang dapat diterima oleh indera penglihatan dan pendengaran, lebih mendekati bentuk aslinya dalam dunia sebenarnya. Multimedia interaktif adalah bila suatu aplikasi terdapat seluruh elemen multimedia yang ada dan pemakai (user) diberi kebebasan / kemampuan untuk mengontrol dan menghidupkan elemen-elemen tersebut. Kegunaan Multimedia Untuk Teknik Mesin
Multimedia dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi dan software simulasi yang berbasis teknik, seperti Autocad untuk merancang bangunan rumah, dalam bidang automotif software yang digunakan adalah Catia, Autodesk Inventor dan Solidworks, untuk simulasi menggunakan software CFD dan lain-lain. Simulasi dapat menampilkan objek- objek dua dimensi atau tiga dimensi yang dapat membantu dalam jurusan teknik mesin, multimedia dapat menampilkan objek komponen beserta karakteristik menyerupai bentuk nyata dan dapat menunjukan hasil dari simulasi yang berupa gelombang, angka dan persamaan matematis yang biasa disebut hasil simulasi atau post. Fungsi software dapat membantu karena dapat mempermudah menggambar dan mengetaui hasil simulasi dari benda yang kita analisa tanpa harus kita hitung secara keseluruhan. Hasil yang didapatkan dalam meenggunakan software itu tidak
jauh berbeda karena software mempunyai nilai kesalahan 10% saja dari hasil
sebenarnya.
Elemen Multimedia
Teknologi multimedia mulai diperkenalkan pada pertengahan tahun 80-an dan
telah membuka dimensi baru dalam Teknologi Informasi. Teknologi multimedia telah
membawa satu perubahan drastis pada industri media karena kemampuannya
menyatukan kelebihan televisi sebagai alat audio visual dan kekuatan teknologi mesin
cetak dan kemampuan teknologi interaktif komputer.
Terdapat 5 elemen multimedia penting yang mendasar pada yaitu:
1. Teks
2. Grafis
3. Audio
4. Video
5. Animasi
1. Teks
Merupakan elemen multimedia yang menjadi dasar utama dalam menyampaikan
informasi, karena teks adalah jenis data yang paling sederhana dan membutuhkan
tempat penyimpanan yang paling kecil. Biasanya dihasilkan oleh program
pengolah kata dan merupakan informasi yang utama pada sebagian besar
multimedia. Teks memegang peranan dasar dalam menyusun dokumen, karena
hamper seluruh aplikasi multimedia menggunakan teks sebagai alat presentasi
informasi yang paling sesuai untuk mendeskripsikan suatu nama, definisi atau
aturan Memberi penekanan untuk sesuatu materi yang ingin disampaikan. Jenisjenis
teks yang terdapat pada sebuah software ada berbagai macam, seperti : Times New Roman, Arial, Calibri, Comic sans dan lain lain
2. Grafis
Merupakan elemen paling penting, memberikan penekanan secara visual terhadap sesuatu presentasi maklumat.Membantu menyampaikan informasi dengan lebih berkesan.Menjadikan presentasi atau penyampaian informasi dengan lebih menarik. penyampaian informasi akan menjadi semakin efektif dan bermanfaat, terutama informasi yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Berikut adalah bidang aplikasi spesifik dari grafika komputer:
Antarmuka pengguna·
Peta (Cartography)·
Kesehatan·
Perancangan objek·
Sistem multimedia·
Presentasi grafik·
Presentasi saintifik·
Pemrosesan citra·
Simulasi·
Merupakan elemen paling penting, memberikan penekanan secara visual terhadap sesuatu presentasi maklumat.Membantu menyampaikan informasi dengan lebih berkesan.Menjadikan presentasi atau penyampaian informasi dengan lebih menarik. penyampaian informasi akan menjadi semakin efektif dan bermanfaat, terutama informasi yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Berikut adalah bidang aplikasi spesifik dari grafika komputer:
Antarmuka pengguna·
Peta (Cartography)·
Kesehatan·
Perancangan objek·
Sistem multimedia·
Presentasi grafik·
Presentasi saintifik·
Pemrosesan citra·
Simulasi·
3. Audio
– Membantu menyampaikan informasi dengan lebih efektif (misalnya:
penggunaan suara latar atau kesan audio khusus). Membantu meningkatkan daya
tarik terhadap sesuatu tayangan.Membantu meningkatkan daya tarik terhadap isi
yang di presentasikan. Multimedia tidak akan lengkap jika tanpa suara. Suara
terbagi menjadi tiga katagori :
1. Ucapan (speech) : suara orang berbicara
2. Musik (music) : suara yang dihasilkan oleh alat music
3. Efek suara (sound effect) : suara yang dibuat untuk menciptakan kesan atau kejadian, seperti suara tembakan, halilintar, gelas pecah, dll
1. Ucapan (speech) : suara orang berbicara
2. Musik (music) : suara yang dihasilkan oleh alat music
3. Efek suara (sound effect) : suara yang dibuat untuk menciptakan kesan atau kejadian, seperti suara tembakan, halilintar, gelas pecah, dll
4. Video
5. Animasi
– Berperan sebagai penarik pada sebuah
presentasi dan sangat membantu dalam menjelaskan suatu konsep yang kompleks
dengan mudah. Animasi mengacu pada gambar-gambar yang bergerak. Animasi dapat
dihasilkan dengan menayangkan frame-frame (bingkai-bingkai) gambar secara cepat
untuk menghasilkan efek pergerakan. Animasi dapat dibagi ke dalam dua katagori
:
1. Animasi buatan. Animasi yang dihasilkan oleh manusia melalui bantuan program komputer.
2. Animasi video. Animasi yang dihasilkan melalui rekaman darikamera video dan kejadian yang sesungguhnya.
6. Special Efek
Special Effects atau Efek Spesial di dalam bahasa indonesia, sering disingkat SFX atau SPFX banyak digunakan di dalam dunia film, pertelevisian dan hiburan. Dengan definisi ini, efek spesial tidak cuma terdapat dalam film, seperti yang diketahui masyarakat awam. Efek spesial tidak hanya berwujud gambar, tetapi memiliki pengertian luas. Jadi kalau kita sering melihat pertunjukan musik dengan segala macam sinar laser, kembang api, hal tersebut dapat pula dikategorikan sebagai efek spesial.
Adapun bentuknya, efek special digunakan untuk meningkatkan dampak suatu objek terhadap indra manusia. Obyek tersebut berupa tontonan, gambar, atau pertunjukan. Dengan demikian, diharapkan efek special bias menigkatkan ketertariakn seseorang terhadap obyek tersebut.
7. Interaktifitas
Komunikasi antara orang-orang secara tatap muka ,yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung,baik secara verbal ataupun nonverbal. Kenyataannya komunikasi tatap muka membuat manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya,berbeda dengan komunikasi lewat media massa seperti surat kabar dan televisi atau lewat teknologi komunikasi tercanggih sekalipun seperti telepon genggam, Email, atau telekonferensi, yang membuat manusia merasa terasing.
Komunikasi manusia adalah komunikasi yang mengisyarakat penyampaian pesan searah dari (atau suatu lembaga) kepada seseorang (sekelompok orang) lainnya,baik secara langsung (tatap muka) ataupun melalui media, seperti surat (selebaran), surat kabar, majalah, radio, atau televisi. Jadi,komunikasi dianggap suatu proses linier yang dimulai dengan sumber atau pengirim dan berakhir pada penerima,sasaran atau tujuannya.
Pemahaman komunikasi sebagai proses searah sebenarnya kurang sesuai bila diterapkan pada komunikasi tatap-muka,namun mungkin tidak terlalu keliru bila diterapkan pada komunikasi publik (pidato) yang tidak melibatkan tanya jawab dan komunikasi massa (cetak dan elektronik). Akan tetapi, komunikasi massa melalui radio dan telivisi pun sekarang ini juga cenderung dua arah (interaktif). Suatu acara di radio, ataupun telivisi, sering mengadakan acara yang melibatkan tanya jawab secara langsung dengan pendengar atau pemirsa.
Perangkat aturan (meskipun tidak tertulis) yang ditetapkan di keluarga mempengaruhi cara berkomunikasi, begitu pun perangkat aturan (tertulis) yang di tetapkan pemerintah. Pemerintah,melalui aturan-aturannya, hingga derajat tertentu menetapkan norma komunikasi warganya, baik komunikasi langsung
ataupun komunikasi bermedia, termasuk komunikasi massa. Setiap negara biasanya memiliki suatu sistem komunikasi tertentu.
Kesimpulan :
Bahwa fungsi multimedia untuk jurusan teknik mesin sangat membantu sekali karena dapat mempermudah menggambar dan mengetaui hasil simulasi dari benda yang kita analisa tanpa harus kita hitung secara keseluruhan. Hasil yang didapatkan dalam meenggunakan software itu tidak jauh berbeda karena software mempunyai nilai kesalahan 10% saja dari hasil sebenarnya.
1. Animasi buatan. Animasi yang dihasilkan oleh manusia melalui bantuan program komputer.
2. Animasi video. Animasi yang dihasilkan melalui rekaman darikamera video dan kejadian yang sesungguhnya.
6. Special Efek
Special Effects atau Efek Spesial di dalam bahasa indonesia, sering disingkat SFX atau SPFX banyak digunakan di dalam dunia film, pertelevisian dan hiburan. Dengan definisi ini, efek spesial tidak cuma terdapat dalam film, seperti yang diketahui masyarakat awam. Efek spesial tidak hanya berwujud gambar, tetapi memiliki pengertian luas. Jadi kalau kita sering melihat pertunjukan musik dengan segala macam sinar laser, kembang api, hal tersebut dapat pula dikategorikan sebagai efek spesial.
Adapun bentuknya, efek special digunakan untuk meningkatkan dampak suatu objek terhadap indra manusia. Obyek tersebut berupa tontonan, gambar, atau pertunjukan. Dengan demikian, diharapkan efek special bias menigkatkan ketertariakn seseorang terhadap obyek tersebut.
7. Interaktifitas
Komunikasi antara orang-orang secara tatap muka ,yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung,baik secara verbal ataupun nonverbal. Kenyataannya komunikasi tatap muka membuat manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya,berbeda dengan komunikasi lewat media massa seperti surat kabar dan televisi atau lewat teknologi komunikasi tercanggih sekalipun seperti telepon genggam, Email, atau telekonferensi, yang membuat manusia merasa terasing.
Komunikasi manusia adalah komunikasi yang mengisyarakat penyampaian pesan searah dari (atau suatu lembaga) kepada seseorang (sekelompok orang) lainnya,baik secara langsung (tatap muka) ataupun melalui media, seperti surat (selebaran), surat kabar, majalah, radio, atau televisi. Jadi,komunikasi dianggap suatu proses linier yang dimulai dengan sumber atau pengirim dan berakhir pada penerima,sasaran atau tujuannya.
Pemahaman komunikasi sebagai proses searah sebenarnya kurang sesuai bila diterapkan pada komunikasi tatap-muka,namun mungkin tidak terlalu keliru bila diterapkan pada komunikasi publik (pidato) yang tidak melibatkan tanya jawab dan komunikasi massa (cetak dan elektronik). Akan tetapi, komunikasi massa melalui radio dan telivisi pun sekarang ini juga cenderung dua arah (interaktif). Suatu acara di radio, ataupun telivisi, sering mengadakan acara yang melibatkan tanya jawab secara langsung dengan pendengar atau pemirsa.
Perangkat aturan (meskipun tidak tertulis) yang ditetapkan di keluarga mempengaruhi cara berkomunikasi, begitu pun perangkat aturan (tertulis) yang di tetapkan pemerintah. Pemerintah,melalui aturan-aturannya, hingga derajat tertentu menetapkan norma komunikasi warganya, baik komunikasi langsung
ataupun komunikasi bermedia, termasuk komunikasi massa. Setiap negara biasanya memiliki suatu sistem komunikasi tertentu.
Kesimpulan :
Bahwa fungsi multimedia untuk jurusan teknik mesin sangat membantu sekali karena dapat mempermudah menggambar dan mengetaui hasil simulasi dari benda yang kita analisa tanpa harus kita hitung secara keseluruhan. Hasil yang didapatkan dalam meenggunakan software itu tidak jauh berbeda karena software mempunyai nilai kesalahan 10% saja dari hasil sebenarnya.
JENIS KAMERA YANG DI GUNAKAN DALAM MEMBUAT FILM
DI SERTAI TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR
Jenis kamera yang
digunakan dalam film sangat beragam jenisnya, namun secara garis besar
kamera terbagi tiga yaitu :
1. Kamera foto (still photography)
Kamera foto menghasilkan
gambar-gambar yang tidak bergerak ( still single picture). Bahan baku penyimpanan
gambar berasal dari pita selluloid, sehingga setelah melakukan perekaman harus
diproses lagi dengan pemrosesan secara kimiawi. Contoh : kamera analog, kamera
digital.
2. Kamera film (cinema
photography)
Kamera film memiliki bahan yang sama
dengan kamera foto namun hasil yang didapat berbeda, kamera film menghasilkan
gambar yang bergerak atau biasa disebut still motion. Contoh : kamera 8 mm, 16
mm, 35 mm.
3. Kamera video (video
photography)
Untuk kamera vide sendiri memiliki
persamaan dengan kamera film karena menghasilkan gambar bergerak (still
motion), namun yang membedakan yaitu bahan bakunya yang berupa kaset video
yang setelah pengambilan gambar hasilnya dapat langsung dilihat karena
terjadinya gambar secara optis dan elektronis. Contoh : kamera Betacam,
MiniDV, HDCam.
Teknik-teknik yang terdapat pada pengambilan gambar sangat bervariasi, sehingga saat kita menonton suatu film tampak macam-macam sudut pandang pengambilan gambar yang merupakan hal penting dalam film. Penonton akan merasa jenuh apabila gambar yang disajikan terlihat monoton. Adapun teknik-teknik yang ada dalam pengambilan gambar yaitu :
1. Sudut pengambilan gambar (Camera Angle)
a. Bird Eye View
Pengambilan gambar dilakukan dari
atas dari ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang
sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak dibawah sedemikian kecil.
Pengambilan gambar biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung-gedung
tinggi.
b. High Angle
Sudut pengambilan gambar tepat
diatas objek, pengambilan gambar seperti ini memiliki arti yang dramatik yaitu
kecil atau kerdil.
c. Low Angle
Pengambilan gambar diambil dari
bawah si objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high
angle. Kesan yang ditimbulkan dari sudut pandang ini yaitu keagungan atau
kejayaan.
d. Eye Level
Pengambilan gambar ini mengambil
sudut sejajar dengan mata objek, tidak ada kesan dramatik tertentu yang didapat
dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkan pandangan mata seseorang yang
berdiri.
e. Frog Level
Sudut pengambilan gambar ini diambil
sejajar dengan permukaan tempat objek berdiri, seolah-olah memperlihatkan objek
menjadi sangat besar.
2. Ukuran gambar (frame size)
a. Extreem Close-up (ECU)
Pengambilan gambar sangat dekat sekali, hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek. Fungsinya untuk kedetailan suatu objek.
b. Big Close-up (BCU)
Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek. Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang dikeluarkan oleh objek.
c. Close-up (CU)
Ukuran gambar sebatas hanya dari ujung kepala hingga leher. Fungsi untuk memberi gambaran jelas terhadap objek.
d. Medium Close-up (MCU)
Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga dada. Fungsinya untuk mepertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.
e. Mid Shoot (MS)
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang. Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas.
f. Knee Shoot (KS)
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut. Fungsinya hampir sama dengan Mid Shot.
g. Full Shoot (FS)
Pengambilan gambar penuh objek dari kepala hingga kaki. Fungsinya memperlihatkan objek beserta lingkungannya.
h. Long Shoot (LS)
Pengambilan gambar lebih luas dari pada Full Shoot. Fungsinya menunjukkan objek dengan latar belakangnya.
i. Extreem Long Shoot (ELS)
Pengambilan gambar melebihi Long Shoot, menampilkan lingkungan si objek secara utuh. Fungsinya menunjukkan bahwa objek tersebut bagian dari lingkungannya.
j. 1 Shoot
Pengambilan gambar satu objek. Fungsinya memperlihatkan seseorang/benda dalam frame.
k. 2 Shoot
pengambilan gambar dua objek. Fungsinya memperlihatkan adegan dua orang yang sedang berkomunikasi.
l. 3 shoot
pengambilan gambar tiga objek. Fungsinya memperlihatkan adegan tiga orang sedang mengobrol.
m. Group Shoot
Pengambilan gambar sekumpulan objek. Fungsinya memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan suatu aktifitas.
Pengambilan gambar sangat dekat sekali, hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek. Fungsinya untuk kedetailan suatu objek.
b. Big Close-up (BCU)
Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek. Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang dikeluarkan oleh objek.
c. Close-up (CU)
Ukuran gambar sebatas hanya dari ujung kepala hingga leher. Fungsi untuk memberi gambaran jelas terhadap objek.
d. Medium Close-up (MCU)
Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga dada. Fungsinya untuk mepertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.
e. Mid Shoot (MS)
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang. Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas.
f. Knee Shoot (KS)
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut. Fungsinya hampir sama dengan Mid Shot.
g. Full Shoot (FS)
Pengambilan gambar penuh objek dari kepala hingga kaki. Fungsinya memperlihatkan objek beserta lingkungannya.
h. Long Shoot (LS)
Pengambilan gambar lebih luas dari pada Full Shoot. Fungsinya menunjukkan objek dengan latar belakangnya.
i. Extreem Long Shoot (ELS)
Pengambilan gambar melebihi Long Shoot, menampilkan lingkungan si objek secara utuh. Fungsinya menunjukkan bahwa objek tersebut bagian dari lingkungannya.
j. 1 Shoot
Pengambilan gambar satu objek. Fungsinya memperlihatkan seseorang/benda dalam frame.
k. 2 Shoot
pengambilan gambar dua objek. Fungsinya memperlihatkan adegan dua orang yang sedang berkomunikasi.
l. 3 shoot
pengambilan gambar tiga objek. Fungsinya memperlihatkan adegan tiga orang sedang mengobrol.
m. Group Shoot
Pengambilan gambar sekumpulan objek. Fungsinya memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan suatu aktifitas.
3. Gerakan kamera (moving
camera)
a. Zooming (In/Out)
Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauhkan objek, gerakan ini merupakan fasilitas yang disediakan oleh kamera video dan kameramen hanya mengoperasikannya saja.
b. Panning (Left/Right)
Yang dimaksud dengan gerakkan panning yaitu kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah ke kiri, namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang diinginkan.
c. Tilting (Up/Down)
Gerakan tilting yaitu gerakan ke atas dan ke bawah, masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang didapat memuaskan dan stabil.
d. Dolly (In/Out)
Gerakan yang dilakukan yaitu gerakan maju mundur, hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada dolly yang bergerak adalah tripod yang telah diberi roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur.
e. Follow
Pengambilan gambar dilakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.
f. Framing (In/Out)
Framing adalah gerakan yang dilakukan oleh objek untuk memasuki (in) atau keluar (out) framming shot.
g. Fading (In/Out)
Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan. Apabila gambar baru masuk menggantikan gambar yang ada disebut fade in, sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan digantikan gambar baru disebut fade out.
h. Crane Shoot.
Merupakan gerakan kamera yang dipasang pada alat bantu mesin beroda dan
bergerak sendiri bersama kameramen, baik mendekati maupun menjauhi objek.
Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauhkan objek, gerakan ini merupakan fasilitas yang disediakan oleh kamera video dan kameramen hanya mengoperasikannya saja.
b. Panning (Left/Right)
Yang dimaksud dengan gerakkan panning yaitu kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah ke kiri, namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang diinginkan.
c. Tilting (Up/Down)
Gerakan tilting yaitu gerakan ke atas dan ke bawah, masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang didapat memuaskan dan stabil.
d. Dolly (In/Out)
Gerakan yang dilakukan yaitu gerakan maju mundur, hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada dolly yang bergerak adalah tripod yang telah diberi roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur.
e. Follow
Pengambilan gambar dilakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.
f. Framing (In/Out)
Framing adalah gerakan yang dilakukan oleh objek untuk memasuki (in) atau keluar (out) framming shot.
g. Fading (In/Out)
Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan. Apabila gambar baru masuk menggantikan gambar yang ada disebut fade in, sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan digantikan gambar baru disebut fade out.
h. Crane Shoot.
Merupakan gerakan kamera yang dipasang pada alat bantu mesin beroda dan
bergerak sendiri bersama kameramen, baik mendekati maupun menjauhi objek.
4. Gerakan objek (moving object)
a. Kamera sejajar objek. Kamera
sejajar mengikuti pergerakan objek, baik ke kiri maupun ke kanan.
b. Walking (In/Out) Objek bergerak mendekati (in) maupun menjauhi (out) kamera.
Setelah mengetahui teknik-teknik dalam pengambilan gambar, ada beberapa elemen penting yang harus ada di dalam gambar. Adapun elemen-elemen tersebut yaitu :
a. Motivasi
b. Informasi
c. Komposisi
d. Suara
e. Sudut Kamera
f. Kontinuitas
b. Walking (In/Out) Objek bergerak mendekati (in) maupun menjauhi (out) kamera.
Setelah mengetahui teknik-teknik dalam pengambilan gambar, ada beberapa elemen penting yang harus ada di dalam gambar. Adapun elemen-elemen tersebut yaitu :
a. Motivasi
b. Informasi
c. Komposisi
d. Suara
e. Sudut Kamera
f. Kontinuitas
Artikel Jenis-jenis kamera ini dipublish oleh indie.artwork pada hari . Semoga
artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan
tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Jenis-jenis kamera
Cara Membuat Gambar Animasi dengan Berbagai
Macam Gerak
Setelah sebelumnya kita mencoba
membuat gambar kipas angin atau baling-baling
animasi
dan gambar animasi lingkaran berputar
yang
menyerupai gambar loading, maka kali ini saya akan mencoba menjelaskan cara
membuat gambar animasi dengan pergerakan gambar menuju kedalam dan keluar media
seperti pada contoh gambar animasi diatas.
Apakah anda tertarik untuk mencoba
membuat sendiri gambar animasi seperti diatas??
Silahkan ikuti langkah-langkah
dibawah :
1. Persiapkan sebuah gambar
pada netbook/computer anda yang akan dijadikan gambar animasi. Dalam hal ini,
anda bisa memakai gambar dengan pola lingkaran seperti pada gambar yang saya
pakai, atau gambar persegi empat (terserah anda).
Gbr.1
2. Crop/potong gambar tersebut
menjadi 4 bagian seperti pada gambar dibawah.
Gbr.2
Untuk
meng-crop/memotong gambar tersebut, anda bisa memanfaatkan Microsoft Office
Picture Manager, software bawaan netbook/computer anda. Atau anda juga bisa
menggunakan software lain yang biasa anda gunakan untuk mengedit photo.
3. Setelah langkah no.2
selesai anda lakukan, selanjutnya buka aplikasi Macromedia Flash anda. Pada
halaman yang muncul, klik Flash Document pada bagian Create New.
Gbr.3
4. Setelah muncul halaman
baru, selanjutnya tekan Ctrl+F3 pada keyboard netbook/computer anda,
sehingga muncul halaman seperti gambar dibawah. Selanjutnya klik kolom ukuran
default.
Gbr.4
Pada
halaman Document Properties seperti gambar no.4 diatas, ganti ukuran
default sesuai dengan ukuran gambar yang telah anda persiapkan pada langkah
no.1 diatas.(contoh 130×130 px). Selanjutnya klik OK.
Tekan Ctrl+F3
lagi untuk kembali kehalaman semula.
5. Tambahkan 3 Layer baru
dengan mengklik tanda yang terletak disudut kiri bawah halaman Layer, sehingga
jumlah Layer menjadi 4.
Gbr.5
6. Selanjutnya, klik kanan
pada Layer 1 dan pada Layer Properties ganti nama Layer 1 menjadi potongan
1.
Gbr.6
Lakukan
hal yang sama terhadap 3 Layer lainnya.
7. Setelah langkah no.6 diatas
selesai anda lakukan, selanjutnya klik pada Layer potongan 1, kemudian
masukkan gambar potongan 1 yang telah anda persiapkan pada langkah no.2 diatas.
Caranya klik Menu File–>Import–>Import to Stage.. atau tekan Ctrl+R
pada keyboard anda. Geser/letakkan gambar tersebut seperti pada gambar
dibawah.
Gbr.7
Selanjutnya,
klik pada Layer potongan 2, kemudian masukkan gambar potongan 2.
Lakukan
langkah seperti diatas terhadap Layer potongan 3 dan 4 dengan letak
gambar masing-masing potongan seperti pada gambar dibawah.
Gbr.8
8. Langkah berikutnya, klik
dibawah angka Frame 20 pada Layer potongan 1 kemudian
tekan F6 pada keyboard anda. Selanjutnya klik kanan dibawah angka
frame 10 kemudian pilih Create Motion Tween.
Klik
dibawah angka Frame 20 lagi, kemudian geser gambar potongan 1
keatas media. (Untuk penggeseran sempurna, tekan tombol arah panan à sambil menekan tombol huruf V pada
keyboard)
Gbr.9
9. Lakukan hal yang sama
seperti langkah diatas terhadap ke-3 Layer lainnya yaitu Layer potongan 2 pada
angka Frame 40
Layer potongan
3 pada angka Frame 60
Layer potongan
4 pada angka Frame 80
Sehingga
hasilnya akan tampak seperti gambar dibawah.
Gbr.10
10. Langkah selanjutnya, klik
dibawah angka frame 1 pada Layer potongan 2, kemudian
tarik/geser garis tersebut dan letakkan sejajar dengan angka frame 20 Layer
potongan 1.
Gbr.11
Lakukan
hal yang sama terhadap Layer potongan 3 dan 4. (Perhatikan gambar
12 dibawah).
Gbr.12
11. Selanjutnya klik dibawah angka
frame 85 pada Layer potongan 4, kemudian tekan F6 pada
keyboard.
Lakukan
hal yang sama terhadap Layer potongan 3, 2, dan 1.
Tekan Ctrl+ENTER
untuk melihat hasilnya. Untuk membuat Gambar Animasi bergerak yang lainnya,
silahkan gunakan imajinasi anda dengan memperhatikan animasi-animasi pada blog
atau pada situs animasi yang telah anda kunjungi.
12. Untuk menyimpan gambar
animasi tersebut, silahkan klik File–>Export–>Export Movie
Simpan
dengan type Animated GIF(*.gif) atau Flash Movie(*.swf).
SELAMAT
BERIMAJINASI.
CARA BELAJAR EFEK TULISAN DI PHOTOSHOP
Langkah 1
Buat
sebuah lembar kerja baru, agar hasilnya terlihat baik kita akan gunakan lembar
kerja dengan resolusi yang bagus.
Ctlr + N
Kita akan menggunakan lembar kerja International Paper. pastikan Color Mode-nya adalah RGB Color.

Sekarang anda memiliki sebuah lembar kerja kosong. berikan warna background hitam lembar kerja anda itu. lalu buat sebuah huruf, satu saja sebagai latihan. warnanya putih. atur ukurannya agar sesuai dan proporsional.
Ctlr + N
Kita akan menggunakan lembar kerja International Paper. pastikan Color Mode-nya adalah RGB Color.

Sekarang anda memiliki sebuah lembar kerja kosong. berikan warna background hitam lembar kerja anda itu. lalu buat sebuah huruf, satu saja sebagai latihan. warnanya putih. atur ukurannya agar sesuai dan proporsional.
Langkah 2
Pada Layer
Font pilih Add Layer Style => Blending Options

Pada Dialog Box yang terbuka hal pertama yang di set adalah.
*Outer Glow
Blend Mode : Screen
Opacity : 75%
Noise : 0%
Warna : #F70300.
Technique : Softer
Spread : 0%
Size : 100% (tergantung anda)
Range : 50%
Jitter : 0%

Pada Dialog Box yang terbuka hal pertama yang di set adalah.
*Outer Glow
Blend Mode : Screen
Opacity : 75%
Noise : 0%
Warna : #F70300.
Technique : Softer
Spread : 0%
Size : 100% (tergantung anda)
Range : 50%
Jitter : 0%
Senin, 22 Juli 2013
Membuat Tulisan Efek Api di
Photoshop
Sebagai software pengolah digital
paling digemari saat ini Photoshop adalah rajanya. disini kita akan belajar
bagaimana membuat tulisan atau font dengan efek api. terdengar keren bukan
tentu saja tidak hanya melakukan pengolahan pada foto namun semua bentuk objek
bisa dimanipulasi, dan mulai dari sini juga nantinya diharapkan anda bisa
mengembangkan kembali pengolahan efek ini untuk di aplikasikan pada objek lain.
Membuat tulisan efek api tidaklah sulit, hanya perlu beberapa langkah mudah yang tentunya saya yakin anda telah terbiasa dengan perintah perintah tersebut hanya saja masih bingung harus memulai dari mana. baik mari kita langsung saja ke tutorialnya.
Hasil jadi

Membuat tulisan efek api tidaklah sulit, hanya perlu beberapa langkah mudah yang tentunya saya yakin anda telah terbiasa dengan perintah perintah tersebut hanya saja masih bingung harus memulai dari mana. baik mari kita langsung saja ke tutorialnya.
Hasil jadi

EFEK PASIR
Langkah 1
Buat sebuah lembar kerja baru, agar
hasilnya terlihat baik kita akan gunakan lembar kerja dengan resolusi yang
bagus.
Ctlr + N
Kita akan menggunakan lembar kerja International Paper. pastikan Color Mode-nya adalah RGB Color.

Sekarang anda memiliki sebuah lembar kerja kosong. berikan warna background hitam lembar kerja anda itu. lalu buat sebuah huruf, satu saja sebagai latihan. warnanya putih. atur ukurannya agar sesuai dan proporsional.

Ctlr + N
Kita akan menggunakan lembar kerja International Paper. pastikan Color Mode-nya adalah RGB Color.

Sekarang anda memiliki sebuah lembar kerja kosong. berikan warna background hitam lembar kerja anda itu. lalu buat sebuah huruf, satu saja sebagai latihan. warnanya putih. atur ukurannya agar sesuai dan proporsional.

Langkah 2
Pada Layer
Font pilih Add Layer Style => Blending Options

Pada Dialog Box yang terbuka hal pertama yang di set adalah.
*Outer Glow
Blend Mode : Screen
Opacity : 75%
Noise : 0%
Warna : #F70300.
Technique : Softer
Spread : 0%
Size : 100% (tergantung anda)
Range : 50%
Jitter : 0%

*Color Overlay
Blend Mode : Normal
Warna : #CD7E2E
Opacity : 100%

*Satin
Blend Mode : Multiply
Warna : #872d0F
Opacity : 100%
Angle : 19
Distance : 50px (tergantung anda)
Size : 100px (tergantung anda)

*Iner Glow
Blend Mode : Color Dodge
Opacity : 100%
Noise : 0%
Warna : #E5C23B
Technique : Softer
Source: Edge
Choke : 0%
Size : 150px (tergantung anda)
Range : 50%
Jitter : 0%

Klik OK jika sudah selesai.

Pada Dialog Box yang terbuka hal pertama yang di set adalah.
*Outer Glow
Blend Mode : Screen
Opacity : 75%
Noise : 0%
Warna : #F70300.
Technique : Softer
Spread : 0%
Size : 100% (tergantung anda)
Range : 50%
Jitter : 0%

*Color Overlay
Blend Mode : Normal
Warna : #CD7E2E
Opacity : 100%

*Satin
Blend Mode : Multiply
Warna : #872d0F
Opacity : 100%
Angle : 19
Distance : 50px (tergantung anda)
Size : 100px (tergantung anda)

*Iner Glow
Blend Mode : Color Dodge
Opacity : 100%
Noise : 0%
Warna : #E5C23B
Technique : Softer
Source: Edge
Choke : 0%
Size : 150px (tergantung anda)
Range : 50%
Jitter : 0%

Klik OK jika sudah selesai.
Langkah 3
Rubah Layer
Font agar menjadi Objek dengan cara pada Layer => Klik Kanan
=> Rasterize Type

Setelah berubah menjadi objek, buka Eraser Tool dengan ketentuan seperti pada gambar dibawah. lalu hapus pada bagian ujung atas objek, buat hasil hapusan tersebut sehalus mungkin, ini bertujuan untuk memperlihatkan efek objek yang hilang karena menguap terbakar sehingga terlihat lebih nyata.


Setelah berubah menjadi objek, buka Eraser Tool dengan ketentuan seperti pada gambar dibawah. lalu hapus pada bagian ujung atas objek, buat hasil hapusan tersebut sehalus mungkin, ini bertujuan untuk memperlihatkan efek objek yang hilang karena menguap terbakar sehingga terlihat lebih nyata.

Langkah 4
Dengan
menggunakan Smudge Tool buat pinggir objek melekuk lekuk seperti kilapan
api atau seperti seolah-olah besi yang meleleh.


Langkah 5
Ambil
gambar ini dan
simpan untuk digunakan nanti sebagai efek kilapan apinya.
Baik sekarang buka gambar yang sudah anda ambil tadi.
Buka pada Channel Tab klik Green
Pada Layer Green tekan Ctrl (Tahan) + Klik Kiri. ini akan menyeleksi efek kilapan yang nantinya kita gunakan.
Baik sekarang buka gambar yang sudah anda ambil tadi.
Buka pada Channel Tab klik Green
Pada Layer Green tekan Ctrl (Tahan) + Klik Kiri. ini akan menyeleksi efek kilapan yang nantinya kita gunakan.
Setelah terseleksi kembalikan warna yang hilang dengan
mengklik RGB sehingga semua warna muncul kembali.

Klik Tahan dan Geser untuk memindahkan efek api yang terseleksi tadi ke lembar kerja objek yang mau kita isi efek api. lalu set ukuran dan tata letak efek api tersebut.
Untuk mengubah ukuran centang dulu "Show Transform Controls", hilang centang jika sudah selesai.

Klik Tahan dan Geser untuk memindahkan efek api yang terseleksi tadi ke lembar kerja objek yang mau kita isi efek api. lalu set ukuran dan tata letak efek api tersebut.
Untuk mengubah ukuran centang dulu "Show Transform Controls", hilang centang jika sudah selesai.

Langkah 6
Dengan
menggunakan Eraser Tool hapus bagian kilapan api yang terlalu
berlebihan. Agar Eraser Tool tidak terlalu ngblock atur juga jenis Erasernya
dan Flow nya.


Kita sekarang mendapatkan kilapan api yang menawan, tapi
sepertinya tidak cukup. hmm.. bagaimana kalau kita tambahkan.. Caranya pada
Layer Api tekan Ctrl + J untuk menduplikat Layer Api, atur kembali
posisi dan ukurannya lalu ulangi lagi cara seperti di atas dengan menghapus
bagian-bagian yang berlebihan. silahkan bermain juga dengan Opacity untuk
di ubah-ubah. disini saya meng copy nya menjadi 5 lalu memberikan opacity yang
berbeda-beda pada setiap Layer. hasilnya seperti
dibawah.

SELESAI!

SELESAI!
LANGKAH 1
Nah langkah awal yang harus dilakukan adalah membuka file
foto yang akan kita acak - acak (hee)
Cantik kan
mba' Aoki ini. hee
Setelah
terbuka, duplikat image background tadi dengan cara tekan Ctrl + J
LANGKAH 2
Setelah di
duplikat, lalu kita aktifkan lagi layer backgroundnya dengan cara klik pada
layer background. Kemudian tutup sebagian tubuh foto pada layer background
dengan menggunakan Clone Tool.
begini nei
jadinya (tapi bisa dikreasi sendiri sesuai kemaluan kita,,eh salah,,maap2,,kemauan
maksudnya)hee
LANGKAH 3
Setelah
selesai, aktifkan kembali layer 1 dan buat layer baru (New Layer) atau
tekan Ctrl+shift+N. Kemudian load brush yang sudah di download tadi
dengan cara mereplacenya, lalu brows dimana letak kita menyimpan download brush
tadi.
Klik Brush
Tool >> klik kanan pada Layer >> pilih Replace Brushes
LANGKAH 4
Gunakan Eyedropper
untuk menyamarkan warna brush dengan warna gambar/object, lalu klik kembali
brush, lalu tempatkan Brush sesuai dengan warna.
Usahakan
Brush tersusun dengan rapi, sehingga efek pasir yang tertiupnya jadi kelihatan
nyata
LANGKAH 5
Aktifkan
kembali Layer 1, lalu gunakan Eraser Tool (E), gunakan Brush yang
sama dengan yang kita pakai tadi.. Kemudian hapus beberapa bagian yang perlu
dihapus.
Setelah selesai,
kemudian Flatten Image : Layer >> Flatten Image. Setelah menyatu
duplikat lagi Layer Background atau tekan Ctrl+J
LANGKAH 6
Langkah
terakhir, Blur Layer 1 dengan cara pilih Filter >> Blur >> Gaussian
Blur. Ubah opacity Layer 1 menjadi 55%. Langkah ini untuk memberi kesaan Soft
saja, kalaupun tidak digunakan juga tidak apa2.
Dan inilah
hasil akhirnya
Gimana???
keren kan??
Selamat
mencoba.....
tapi sekedar info aja artikel ini sebenarnya artikel punya situs ilmuphotoshop yg ingin saya bagikan tapi suudah minta izin dulu untuk menggandakan artikel nya
ya udah langsung aja..
Buka foto yang mau dibuat bergelembung..

Sekarang setting Brush nya..
Yuk mari gan..
Klik Brush tool
Nanti muncul Brush palette.. kalo gak muncul silahkan Klik Windows > Brushes
Klik brush bubble yang sudah dibuat..
setting scattering nya .. ini fungsi nya untuk memisah kan bubble yang tadinya menumpuk
nanti coba-coba dengan angka yang lain.. sangat menyenangkan deh pokoknya..

Lalu setting juga shape dynamics nya..
ini berfungsi untuk besar kecil masing-masing bubble atau putaran masing -masing bubble
silahkan coba-coba aja yah..

kalo udah klik di foto yang tadi udah disiapkan..
Ukuran nya terserah temen-temen aja.. mau gede , kecil, sedang..
Lebih bagus lagi kalo foreground nya PUTIH..

Hasilnya adalah

Selamat mencoba dan bersenang-senang..
sumber: https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6576498103882641454#template













Tidak ada komentar:
Posting Komentar