Senin, 16 Maret 2015


           PENGERTIAL MULTIMEDIA 

      SELASA, 2I April 2015 




   Pengertian Multimedia adalah media dan konten yang menggunakan kombinasi dari bentuk konten yang berbeda. Istilah ini dapat digunakan sebagai kata benda (media dengan beberapa bentuk) atau sebagai kata sifat yang menggambarkan media yang memiliki beberapa bentuk konten. Istilah ini digunakan dalam media yang berbeda dengan hanya menggunakan layar komputer dasar seperti teks saja, atau bentuk-bentuk tradisional dari bahan cetak. Intinya Pengertian Multimedia adalah kombinasi teks, audio, gambar diam, animasi, video, atau bentuk interaktivitas konten
Penyajian dengan menggabungkan seluruh elemen multimedia tersebut menjadikan informasi dalam bentuk multimedia yang dapat diterima oleh indera penglihatan dan pendengaran, lebih mendekati bentuk aslinya dalam dunia sebenarnya. Multimedia interaktif adalah bila suatu aplikasi terdapat seluruh elemen multimedia yang ada dan pemakai (user) diberi kebebasan / kemampuan untuk mengontrol dan menghidupkan elemen-elemen tersebut. Kegunaan Multimedia Untuk Teknik Mesin
Multimedia dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi dan software simulasi yang berbasis teknik, seperti Autocad untuk merancang bangunan rumah, dalam bidang automotif software yang digunakan adalah Catia, Autodesk Inventor dan Solidworks, untuk simulasi menggunakan software CFD dan lain-lain. Simulasi dapat menampilkan objek- objek dua dimensi atau tiga dimensi yang dapat membantu dalam jurusan teknik mesin, multimedia dapat menampilkan objek komponen beserta karakteristik menyerupai bentuk nyata dan dapat menunjukan hasil dari simulasi yang berupa gelombang, angka dan persamaan matematis yang biasa disebut hasil simulasi atau post. Fungsi software dapat membantu karena dapat mempermudah menggambar dan mengetaui hasil simulasi dari benda yang kita analisa tanpa harus kita hitung secara keseluruhan. Hasil yang didapatkan dalam meenggunakan software itu tidak
jauh berbeda karena software mempunyai nilai kesalahan 10% saja dari hasil
sebenarnya.
Elemen Multimedia
Teknologi multimedia mulai diperkenalkan pada pertengahan tahun 80-an dan
telah membuka dimensi baru dalam Teknologi Informasi. Teknologi multimedia telah
membawa satu perubahan drastis pada industri media karena kemampuannya
menyatukan kelebihan televisi sebagai alat audio visual dan kekuatan teknologi mesin
cetak dan kemampuan teknologi interaktif komputer.
Terdapat 5 elemen multimedia penting yang mendasar pada yaitu:
1. Teks
2. Grafis
3. Audio
4. Video
5. Animasi


1. Teks
Merupakan elemen multimedia yang menjadi dasar utama dalam menyampaikan
informasi, karena teks adalah jenis data yang paling sederhana dan membutuhkan
tempat penyimpanan yang paling kecil. Biasanya dihasilkan oleh program
pengolah kata dan merupakan informasi yang utama pada sebagian besar
multimedia. Teks memegang peranan dasar dalam menyusun dokumen, karena
hamper seluruh aplikasi multimedia menggunakan teks sebagai alat presentasi
informasi yang paling sesuai untuk mendeskripsikan suatu nama, definisi atau
aturan Memberi penekanan untuk sesuatu materi yang ingin disampaikan. Jenisjenis
teks yang terdapat pada sebuah software ada berbagai macam, seperti : Times New Roman, Arial, Calibri, Comic sans dan lain lain
2. Grafis
Merupakan elemen paling penting, memberikan penekanan secara visual terhadap sesuatu presentasi maklumat.Membantu menyampaikan informasi dengan lebih berkesan.Menjadikan presentasi atau penyampaian informasi dengan lebih menarik. penyampaian informasi akan menjadi semakin efektif dan bermanfaat, terutama informasi yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Berikut adalah bidang aplikasi spesifik dari grafika komputer:
 Antarmuka pengguna·
 Peta (Cartography)·
 Kesehatan·
 Perancangan objek·
 Sistem multimedia·
 Presentasi grafik·
 Presentasi saintifik·
 Pemrosesan citra·
 Simulasi·

3. Audio
 – Membantu menyampaikan informasi dengan lebih efektif (misalnya: penggunaan suara latar atau kesan audio khusus). Membantu meningkatkan daya tarik terhadap sesuatu tayangan.Membantu meningkatkan daya tarik terhadap isi yang di presentasikan. Multimedia tidak akan lengkap jika tanpa suara. Suara terbagi menjadi tiga katagori :
1. Ucapan (speech) : suara orang berbicara
2. Musik (music) : suara yang dihasilkan oleh alat music
3. Efek suara (sound effect) : suara yang dibuat untuk menciptakan kesan atau kejadian, seperti suara tembakan, halilintar, gelas pecah, dll
 4. Video
5. Animasi
 – Berperan sebagai penarik pada sebuah presentasi dan sangat membantu dalam menjelaskan suatu konsep yang kompleks dengan mudah. Animasi mengacu pada gambar-gambar yang bergerak. Animasi dapat dihasilkan dengan menayangkan frame-frame (bingkai-bingkai) gambar secara cepat untuk menghasilkan efek pergerakan. Animasi dapat dibagi ke dalam dua katagori :
1. Animasi buatan. Animasi yang dihasilkan oleh manusia melalui bantuan program komputer.
2. Animasi video. Animasi yang dihasilkan melalui rekaman darikamera video dan kejadian yang sesungguhnya.
6. Special Efek
Special Effects atau Efek Spesial di dalam bahasa indonesia, sering disingkat SFX atau SPFX banyak digunakan di dalam dunia film, pertelevisian dan hiburan. Dengan definisi ini, efek spesial tidak cuma terdapat dalam film, seperti yang diketahui masyarakat awam. Efek spesial tidak hanya berwujud gambar, tetapi memiliki pengertian luas. Jadi kalau kita sering melihat pertunjukan musik dengan segala macam sinar laser, kembang api, hal tersebut dapat pula dikategorikan sebagai efek spesial.
Adapun bentuknya, efek special digunakan untuk meningkatkan dampak suatu objek terhadap indra manusia. Obyek tersebut berupa tontonan, gambar, atau pertunjukan. Dengan demikian, diharapkan efek special bias menigkatkan ketertariakn seseorang terhadap obyek tersebut.
7. Interaktifitas
Komunikasi antara orang-orang secara tatap muka ,yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung,baik secara verbal ataupun nonverbal. Kenyataannya komunikasi tatap muka membuat manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya,berbeda dengan komunikasi lewat media massa seperti surat kabar dan televisi atau lewat teknologi komunikasi tercanggih sekalipun seperti telepon genggam, Email, atau telekonferensi, yang membuat manusia merasa terasing.
Komunikasi manusia adalah komunikasi yang mengisyarakat penyampaian pesan searah dari (atau suatu lembaga) kepada seseorang (sekelompok orang) lainnya,baik secara langsung (tatap muka) ataupun melalui media, seperti surat (selebaran), surat kabar, majalah, radio, atau televisi. Jadi,komunikasi dianggap suatu proses linier yang dimulai dengan sumber atau pengirim dan berakhir pada penerima,sasaran atau tujuannya.
Pemahaman komunikasi sebagai proses searah sebenarnya kurang sesuai bila diterapkan pada komunikasi tatap-muka,namun mungkin tidak terlalu keliru bila diterapkan pada komunikasi publik (pidato) yang tidak melibatkan tanya jawab dan komunikasi massa (cetak dan elektronik). Akan tetapi, komunikasi massa melalui radio dan telivisi pun sekarang ini juga cenderung dua arah (interaktif). Suatu acara di radio, ataupun telivisi, sering mengadakan acara yang melibatkan tanya jawab secara langsung dengan pendengar atau pemirsa.
Perangkat aturan (meskipun tidak tertulis) yang ditetapkan di keluarga mempengaruhi cara berkomunikasi, begitu pun perangkat aturan (tertulis) yang di tetapkan pemerintah. Pemerintah,melalui aturan-aturannya, hingga derajat tertentu menetapkan norma komunikasi warganya, baik komunikasi langsung
ataupun komunikasi bermedia, termasuk komunikasi massa. Setiap negara biasanya memiliki suatu sistem komunikasi tertentu.
Kesimpulan :
Bahwa fungsi multimedia untuk jurusan teknik mesin sangat membantu sekali karena dapat mempermudah menggambar dan mengetaui hasil simulasi dari benda yang kita analisa tanpa harus kita hitung secara keseluruhan. Hasil yang didapatkan dalam meenggunakan software itu tidak jauh berbeda karena software mempunyai nilai kesalahan 10% saja dari hasil sebenarnya.

JENIS KAMERA YANG DI GUNAKAN DALAM MEMBUAT FILM
 DI SERTAI TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR




  Jenis kamera yang digunakan dalam film sangat beragam jenisnya, namun secara garis besar kamera terbagi tiga yaitu :
1. Kamera foto (still photography)
Kamera foto menghasilkan gambar-gambar yang tidak bergerak ( still single picture). Bahan baku penyimpanan gambar berasal dari pita selluloid, sehingga setelah melakukan perekaman harus diproses lagi dengan pemrosesan secara kimiawi. Contoh : kamera analog, kamera digital.

2. Kamera film (cinema photography)
Kamera film memiliki bahan yang sama dengan kamera foto namun hasil yang didapat berbeda, kamera film menghasilkan gambar yang bergerak atau biasa disebut still motion. Contoh : kamera 8 mm, 16 mm, 35 mm.
3. Kamera video (video photography)
Untuk kamera vide sendiri memiliki persamaan dengan kamera film karena menghasilkan gambar bergerak (still motion), namun yang membedakan yaitu bahan bakunya yang berupa kaset video yang setelah pengambilan gambar hasilnya dapat langsung dilihat karena terjadinya gambar secara optis dan elektronis. Contoh : kamera Betacam, MiniDV, HDCam.

Teknik-teknik yang terdapat pada pengambilan gambar sangat bervariasi, sehingga saat kita menonton suatu film tampak macam-macam sudut pandang pengambilan gambar yang merupakan hal penting dalam film. Penonton akan merasa jenuh apabila gambar yang disajikan terlihat monoton. Adapun teknik-teknik yang ada dalam pengambilan gambar yaitu :

1. Sudut pengambilan gambar (Camera Angle)
a. Bird Eye View
Pengambilan gambar dilakukan dari atas dari ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak dibawah sedemikian kecil. Pengambilan gambar biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung-gedung tinggi.

b. High Angle
Sudut pengambilan gambar tepat diatas objek, pengambilan gambar seperti ini memiliki arti yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.

c. Low Angle
Pengambilan gambar diambil dari bawah si objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high angle. Kesan yang ditimbulkan dari sudut pandang ini yaitu keagungan atau kejayaan.

d. Eye Level
Pengambilan gambar ini mengambil sudut sejajar dengan mata objek, tidak ada kesan dramatik tertentu yang didapat dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkan pandangan mata seseorang yang berdiri.

e. Frog Level
Sudut pengambilan gambar ini diambil sejajar dengan permukaan tempat objek berdiri, seolah-olah memperlihatkan objek menjadi sangat besar.


2. Ukuran gambar (frame size)
a. Extreem Close-up (ECU)
Pengambilan gambar sangat dekat sekali, hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek. Fungsinya untuk kedetailan suatu objek.

b. Big Close-up (BCU)
Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek. Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang dikeluarkan oleh objek.

c. Close-up (CU)

Ukuran gambar sebatas hanya dari ujung kepala hingga leher. Fungsi untuk memberi gambaran jelas terhadap objek.

d. Medium Close-up (MCU)
Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga dada. Fungsinya untuk mepertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.

e. Mid Shoot (MS)
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang. Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas.

f. Knee Shoot (KS)
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut. Fungsinya hampir sama dengan Mid Shot.

g. Full Shoot (FS)
Pengambilan gambar penuh objek dari kepala hingga kaki. Fungsinya memperlihatkan objek beserta lingkungannya.

h. Long Shoot (LS)
Pengambilan gambar lebih luas dari pada Full Shoot. Fungsinya menunjukkan objek dengan latar belakangnya.

i. Extreem Long Shoot (ELS)
Pengambilan gambar melebihi Long Shoot, menampilkan lingkungan si objek secara utuh. Fungsinya menunjukkan bahwa objek tersebut bagian dari lingkungannya.

j. 1 Shoot
Pengambilan gambar satu objek. Fungsinya memperlihatkan seseorang/benda dalam frame.

k. 2 Shoot
pengambilan gambar dua objek. Fungsinya memperlihatkan adegan dua orang yang sedang berkomunikasi.

l. 3 shoot
pengambilan gambar tiga objek. Fungsinya memperlihatkan adegan tiga orang sedang mengobrol.

m. Group Shoot
Pengambilan gambar sekumpulan objek. Fungsinya memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan suatu aktifitas.

3. Gerakan kamera (moving camera)
a. Zooming (In/Out)
Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauhkan objek, gerakan ini merupakan fasilitas yang disediakan oleh kamera video dan kameramen hanya mengoperasikannya saja.

b. Panning (Left/Right)
Yang dimaksud dengan gerakkan panning yaitu kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah ke kiri, namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang diinginkan.

c. Tilting (Up/Down)

Gerakan tilting yaitu gerakan ke atas dan ke bawah, masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang didapat memuaskan dan stabil.

d. Dolly (In/Out)
Gerakan yang dilakukan yaitu gerakan maju mundur, hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada dolly yang bergerak adalah tripod yang telah diberi roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur.

e. Follow
Pengambilan gambar dilakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.

f. Framing (In/Out)
Framing adalah gerakan yang dilakukan oleh objek untuk memasuki (in) atau keluar (out) framming shot.

g. Fading (In/Out)
Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan. Apabila gambar baru masuk menggantikan gambar yang ada disebut fade in, sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan digantikan gambar baru disebut fade out.

h. Crane Shoot.
Merupakan gerakan kamera yang dipasang pada alat bantu mesin beroda dan
bergerak sendiri bersama kameramen, baik mendekati maupun menjauhi objek.

4. Gerakan objek (moving object)
a. Kamera sejajar objek. Kamera sejajar mengikuti pergerakan objek, baik ke kiri maupun ke kanan.
b. Walking (In/Out) Objek bergerak mendekati (in) maupun menjauhi (out) kamera.

Setelah mengetahui teknik-teknik dalam pengambilan gambar, ada beberapa elemen penting yang harus ada di dalam gambar. Adapun elemen-elemen tersebut yaitu :
a. Motivasi
b. Informasi
c. Komposisi
d. Suara
e. Sudut Kamera
f. Kontinuitas
Penulis : indie.artwork ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi
Artikel Jenis-jenis kamera ini dipublish oleh indie.artwork pada hari . Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Jenis-jenis kamera



Cara Membuat Gambar Animasi dengan Berbagai Macam Gerak
Setelah sebelumnya kita mencoba membuat gambar kipas angin atau baling-baling animasi dan gambar animasi lingkaran berputar  yang menyerupai gambar loading, maka kali ini saya akan mencoba menjelaskan cara membuat gambar animasi dengan pergerakan gambar menuju kedalam dan keluar media seperti pada contoh gambar animasi diatas.
Apakah anda tertarik untuk mencoba membuat sendiri gambar animasi seperti diatas??
Silahkan ikuti langkah-langkah dibawah :
1.     Persiapkan sebuah gambar pada netbook/computer anda yang akan dijadikan gambar animasi. Dalam hal ini, anda bisa memakai gambar dengan pola lingkaran seperti pada gambar yang saya pakai, atau gambar persegi empat (terserah anda).
Description: Logo Lombokdihati
Gbr.1
2.     Crop/potong gambar tersebut menjadi 4 bagian seperti pada gambar dibawah.
Description: Membuat Gambar Animasi Bergerak
Gbr.2
Untuk meng-crop/memotong gambar tersebut, anda bisa memanfaatkan Microsoft Office Picture Manager, software bawaan netbook/computer anda. Atau anda juga bisa menggunakan software lain yang biasa anda gunakan untuk mengedit photo.
3.     Setelah langkah no.2 selesai anda lakukan, selanjutnya buka aplikasi Macromedia Flash anda. Pada halaman yang muncul, klik Flash Document pada bagian Create New.
Description: Membuat Gambar Animasi Bergerak
Gbr.3
4.     Setelah muncul halaman baru, selanjutnya tekan Ctrl+F3 pada keyboard netbook/computer anda, sehingga muncul halaman seperti gambar dibawah. Selanjutnya klik kolom ukuran default.
Description: Membuat Gambar Animasi Bergerak
Gbr.4
Pada halaman Document Properties seperti gambar no.4 diatas, ganti ukuran default sesuai dengan ukuran gambar yang telah anda persiapkan pada langkah no.1 diatas.(contoh 130×130 px). Selanjutnya klik OK.
Tekan Ctrl+F3 lagi untuk kembali kehalaman semula.
5.     Tambahkan 3 Layer baru dengan mengklik tanda yang terletak disudut kiri bawah halaman Layer, sehingga jumlah Layer menjadi 4.
Description: Membuat Gambar Animasi Bergerak
Gbr.5
6.     Selanjutnya, klik kanan pada Layer 1 dan pada Layer Properties ganti nama Layer 1 menjadi potongan 1.
Description: Membuat Gambar Animasi Bergerak
Gbr.6
Lakukan hal yang sama terhadap 3 Layer lainnya.
7.     Setelah langkah no.6 diatas selesai anda lakukan, selanjutnya klik pada Layer potongan 1, kemudian masukkan gambar potongan 1 yang telah anda persiapkan pada langkah no.2 diatas. Caranya klik Menu File–>Import–>Import to Stage.. atau tekan Ctrl+R pada keyboard anda. Geser/letakkan gambar tersebut seperti pada gambar dibawah.
Description: Membuat Gambar Animasi Bergerak
Gbr.7
Selanjutnya, klik pada Layer potongan 2, kemudian masukkan gambar potongan 2.
Lakukan langkah seperti diatas terhadap Layer potongan 3 dan 4 dengan letak gambar masing-masing potongan seperti pada gambar dibawah.
Description: Membuat Gambar Animasi Bergerak
Gbr.8
8.     Langkah berikutnya, klik dibawah angka Frame 20  pada Layer potongan 1 kemudian tekan F6 pada keyboard anda. Selanjutnya klik kanan dibawah angka frame 10 kemudian pilih Create Motion Tween.
Klik dibawah angka Frame 20 lagi, kemudian geser gambar potongan 1 keatas media. (Untuk penggeseran sempurna, tekan tombol arah panan à sambil menekan tombol huruf V pada keyboard)
Description: Membuat Gambar Animasi Bergerak
Gbr.9
9.     Lakukan hal yang sama seperti langkah diatas terhadap ke-3 Layer lainnya yaitu Layer potongan 2 pada angka Frame 40
Layer potongan 3 pada angka Frame 60
Layer potongan 4 pada angka Frame 80
Sehingga hasilnya akan tampak seperti gambar dibawah.
Description: Membuat Gambar Animasi Bergerak
Gbr.10
10.     Langkah selanjutnya, klik dibawah angka frame 1 pada Layer potongan 2, kemudian tarik/geser garis tersebut dan letakkan sejajar dengan angka frame 20 Layer potongan 1.
Description: Membuat Gambar Animasi Bergerak
Gbr.11
Lakukan hal yang sama terhadap Layer potongan 3 dan 4. (Perhatikan gambar 12 dibawah).
Description: Membuat Gambar Animasi Bergerak
Gbr.12
11.     Selanjutnya klik dibawah angka frame 85 pada Layer potongan 4, kemudian tekan F6 pada keyboard.
Lakukan hal yang sama terhadap Layer potongan 3, 2, dan 1.
Tekan Ctrl+ENTER untuk melihat hasilnya. Untuk membuat Gambar Animasi bergerak yang lainnya, silahkan gunakan imajinasi anda dengan memperhatikan animasi-animasi pada blog atau pada situs animasi yang telah anda kunjungi.
12.     Untuk menyimpan gambar animasi tersebut, silahkan klik File–>Export–>Export Movie
Simpan dengan type Animated GIF(*.gif) atau Flash Movie(*.swf).
SELAMAT BERIMAJINASI.

 

CARA BELAJAR EFEK TULISAN DI PHOTOSHOP




Langkah 1
Buat sebuah lembar kerja baru, agar hasilnya terlihat baik kita akan gunakan lembar kerja dengan resolusi yang bagus.

Ctlr + N
Kita akan menggunakan lembar kerja International Paper. pastikan Color Mode-nya adalah RGB Color.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6Ekd2yrJxsCJPjljmyiMZ6kzsQAg32bAy8ovOK987NrTRZlglEwL4rtkNXL7vXQw4qgsWzT5Z2klgh6QJHs0iQLcRn8OriLWZjkVbeI1tja9uYCC3UtqiRBHd26tbBssaYY9vvauI9cM/s1600/Api+1+%28500+x+366%29.jpg

Sekarang anda memiliki sebuah lembar kerja kosong. berikan warna background hitam lembar kerja anda itu. lalu buat sebuah huruf, satu saja sebagai latihan. warnanya putih. atur ukurannya agar sesuai dan proporsional.

Langkah 2
Pada Layer Font pilih Add Layer Style => Blending Options

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6YfLwEdqSHySZzi3ninBY987HMAKhJAlAbg8avhMvIbQYEhvUarzwtOZftlFzN-Uzfm7t64eJkooW-r6OTAUf5CnPIb-nIymdU3GgM7prSCjUXo4uelotA2fCuiUGyjUM-akaajX4u68/s1600/api+2-4+%28500+x+331%29.jpg

Pada Dialog Box yang terbuka hal pertama yang di set adalah.

*Outer            Glow
Blend  Mode   :           Screen
Opacity           :           75%
Noise               :           0%
Warna              :           #F70300.
Technique        :           Softer
Spread             :           0%
Size                 :           100%   (tergantung      anda)
Range              :           50%
Jitter                :           0%
Senin, 22 Juli 2013
Home » Tutorial » Membuat Tulisan Efek Api di Photoshop
Membuat Tulisan Efek Api di Photoshop
By Bagus Negara Tutorial
Sebagai software pengolah digital paling digemari saat ini Photoshop adalah rajanya. disini kita akan belajar bagaimana membuat tulisan atau font dengan efek api. terdengar keren bukan tentu saja tidak hanya melakukan pengolahan pada foto namun semua bentuk objek bisa dimanipulasi, dan mulai dari sini juga nantinya diharapkan anda bisa mengembangkan kembali pengolahan efek ini untuk di aplikasikan pada objek lain.

Membuat tulisan efek api tidaklah sulit, hanya perlu beberapa langkah mudah yang tentunya saya yakin anda telah terbiasa dengan perintah perintah tersebut hanya saja masih bingung harus memulai dari mana. baik mari kita langsung saja ke tutorialnya.

Hasil jadi
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVLP4b-vJN_UOWXi6jMmiQ1k18gL_vYU8hvHcybLz4qq8hknoTyDIcSntdnnanGfQif9VCLoPE5-xNwSW1gaLGg_fmjTMsvxpJyGnzOCsaG7OG93XnY1HHi7-IB1AH0TQjJARo6dslKsI/s1600/Api+Intro+%2528600+x+412%2529.jpg
EFEK PASIR
Langkah 1
Buat sebuah lembar kerja baru, agar hasilnya terlihat baik kita akan gunakan lembar kerja dengan resolusi yang bagus.

Ctlr + N
Kita akan menggunakan lembar kerja International Paper. pastikan Color Mode-nya adalah RGB Color.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6Ekd2yrJxsCJPjljmyiMZ6kzsQAg32bAy8ovOK987NrTRZlglEwL4rtkNXL7vXQw4qgsWzT5Z2klgh6QJHs0iQLcRn8OriLWZjkVbeI1tja9uYCC3UtqiRBHd26tbBssaYY9vvauI9cM/s1600/Api+1+%28500+x+366%29.jpg

Sekarang anda memiliki sebuah lembar kerja kosong. berikan warna background hitam lembar kerja anda itu. lalu buat sebuah huruf, satu saja sebagai latihan. warnanya putih. atur ukurannya agar sesuai dan proporsional.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNUpbS4YaLt7sWMTBXAvUYdiJXy2u-xEru-l0GaV_sNdOYY9S3pGl2B78bvuETrdfueCxVukVCuZmwM1hjD15nZktYttndarB0JTwBHF2NN3OgkQLguMySAewbPRxt9gU8TJLHy0tvgYU/s1600/api+1-2+%28500+x+365%29.jpg

Langkah 2
Pada Layer Font pilih Add Layer Style => Blending Options

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6YfLwEdqSHySZzi3ninBY987HMAKhJAlAbg8avhMvIbQYEhvUarzwtOZftlFzN-Uzfm7t64eJkooW-r6OTAUf5CnPIb-nIymdU3GgM7prSCjUXo4uelotA2fCuiUGyjUM-akaajX4u68/s1600/api+2-4+%28500+x+331%29.jpg

Pada Dialog Box yang terbuka hal pertama yang di set adalah.

*Outer Glow
Blend Mode : Screen
Opacity : 75%
Noise : 0%
Warna : #F70300.
Technique : Softer
Spread : 0%
Size : 100% (tergantung anda)
Range : 50%
Jitter : 0%
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBO1BBoVVM6bgeQ-VHwSztgaTzf1wKcIgWOdHd05R1cc1zzJRQGBzu0ojX6_qMN_HmfpHhIJzDFbZOCB0r5jMlEKxRe_s9-673tH_2VvsbCk1bve0v-UN5_cjNCxC3jLE8D6pk2T3E20w/s1600/api+2+%28500+x+333%29.jpg

*Color Overlay
Blend Mode : Normal
Warna : #CD7E2E
Opacity : 100%
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjm_Ur83D8nAaGNNadUdFRJlix-KIeL_Z86q0JZ4L95ms15MzKz6W0de2T4PgwmFeOWn8xeyWSttBtY4LKb4IlJY4UPy8Vms15BgdS1Ojw_1XMTG-QIPVyhv22XFJ0joGfP7etIxSYkzLg/s1600/api+2-1+%28500+x+340%29.jpg

*Satin
Blend Mode : Multiply
Warna : #872d0F
Opacity : 100%
Angle : 19
Distance : 50px (tergantung anda)
Size : 100px (tergantung anda)
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZ6Ai3FHUykawZkyNFlDs63bcpx-JljcJfPIT046-6prDpRCF5yksPXIKNDjUPHMfutRhI4z3DFYXIDK7KSWUdZKxqtEZGifwls3pkgStS37iOWdl4Xgq9-gOzTxe8M0OEaKvYZRu1eRI/s1600/api+2-2+%28500+x+348%29.jpg

*Iner Glow
Blend Mode : Color Dodge
Opacity : 100%
Noise : 0%
Warna : #E5C23B
Technique : Softer
Source: Edge
Choke : 0%
Size : 150px (tergantung anda)
Range : 50%
Jitter : 0%
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGQO5k30l6jiVgOckx74mqvnrrSNvACrwTmYn2n7lFs0mglMaZ6DnPMkv9kJMo48Q5s9bkw505lU4Cc_BEU27JWGtFsSnvUeOmRCKuHxMx3hJ898blu7Jay_Au5-wmJ-oN0fFdYGHQWIk/s1600/api+2-3+%28500+x+338%29.jpg

Klik OK jika sudah selesai.

Langkah 3
Rubah Layer Font agar menjadi Objek dengan cara pada Layer => Klik Kanan => Rasterize Type

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnL8OnpD3dd-VhvrvMkfvz6FgcXJaCr9mvROctKpEhDShCHPfXGexEc0-PKUo7WRyXgVauTmrmK68_kk1nwy-ukMUz_dMOsQFjvBSAgSNk3BItX8Dz6QzstawzMoWKdg3KgvBNqO6Q26k/s1600/api+3+%28500+x+351%29.jpg

Setelah berubah menjadi objek, buka Eraser Tool dengan ketentuan seperti pada gambar dibawah. lalu hapus pada bagian ujung atas objek, buat hasil hapusan tersebut sehalus mungkin, ini bertujuan untuk memperlihatkan efek objek yang hilang karena menguap terbakar sehingga terlihat lebih nyata.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyrbuJxKFSs30lijGtAve_T9PQyr6Fmhrf28ZkjCzDgdhg3kfxsYU6ydEk-VjAp2wjNdLkZEv4dvGJtx07wmtJxc6-j2n-rzzLN_YX5rUjB7xkp6_oUF1Lkj-ZaKgFAeZJ5sAvPAGEJug/s1600/api+3-2+%28500+x+326%29.jpg

Langkah 4
Dengan menggunakan Smudge Tool buat pinggir objek melekuk lekuk seperti kilapan api atau seperti seolah-olah besi yang meleleh.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB4-zsJWxvAAdCg1eKGaEEj0H8-EANaCnd8n0YNjx3iXtR2xLFa6utyNC3NiQEKc3vJ8ys4CT6mG14Ax3reImmiRr9-_Ei314hciDjYZv0UcNTUDGwO7V65Ms67luem9cge3ah5bf5PSE/s1600/api+4+%28500+x+365%29.jpg
Langkah 5
Ambil gambar ini dan simpan untuk digunakan nanti sebagai efek kilapan apinya.

Baik sekarang buka gambar yang sudah anda ambil tadi.

Buka pada Channel Tab klik Green
Pada Layer Green tekan Ctrl (Tahan) + Klik Kiri. ini akan menyeleksi efek kilapan yang nantinya kita gunakan.
Setelah terseleksi kembalikan warna yang hilang dengan mengklik RGB sehingga semua warna muncul kembali.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2ndr2nw9zrFDLXRB7wy5ax0DK-izIG5JvYLfuh8Zmv8IgfaZGVpP5Li0w7At_undGXoXmJcozxIV_o7TUXg25GancoKeLjrFXlnA9PZTkLhR5ky9LW1dgvKxx4Ky2GLC8gMejkhTXRMY/s1600/api+5-2+%28500+x+372%29.jpg

Klik Tahan dan Geser untuk memindahkan efek api yang terseleksi tadi ke lembar kerja objek yang mau kita isi efek api. lalu set ukuran dan tata letak efek api tersebut.

Untuk mengubah ukuran centang dulu "Show Transform Controls", hilang centang jika sudah selesai.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjK3MmAqQqdDaD3vqwiDm8b2FkSGTVCPrbjEVTh6jvUFG0dzEipkHWO7fMFNPtbxlOC5Qew6veIvPivI2YChr-1YOSZf5aWSRWw9PYOEl4sEuln-efR01frEyoX1_E6uU7IB-zKPFJeen4/s1600/api+5-3+%28500+x+381%29.jpg

Langkah 6
Dengan menggunakan Eraser Tool hapus bagian kilapan api yang terlalu berlebihan. Agar Eraser Tool tidak terlalu ngblock atur juga jenis Erasernya dan Flow nya.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj15X02Mgy2Eagni_4UGPnjqeZWjJNuI160jk_qWMTs6FN0Y37S_btkKjxvv5yYK3xhuXphZP4ygpOOAMmHHHehkNTeHRX6aUGs2CVWuD01yaGFGcMFjZDaQiGY2FaoI2eRfpm6ZZzkUTA/s1600/api+6+%28500+x+356%29.jpg
Kita sekarang mendapatkan kilapan api yang menawan, tapi sepertinya tidak cukup. hmm.. bagaimana kalau kita tambahkan.. Caranya pada Layer Api tekan Ctrl + J untuk menduplikat Layer Api, atur kembali posisi dan ukurannya lalu ulangi lagi cara seperti di atas dengan menghapus bagian-bagian yang berlebihan. silahkan bermain juga dengan Opacity untuk di ubah-ubah. disini saya meng copy nya menjadi 5 lalu memberikan opacity yang berbeda-beda pada setiap Layer. hasilnya seperti
dibawah.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-N2tm3LuunvLUjx8fZ-nTkgz9V0hHWbDbSPMm2eMnF3dH4HfXDPfYR3hVC1mOcYvLllhUVS81NwHt_zW6hMOQ8Ym_1F261eebVdniP2nZfXLqGR4Ay2iEuWNxKay7mPa8fHxkDcSXspA/s1600/api+6-2+%28500+x+311%29.jpg

SELESAI!




LANGKAH 1
Nah langkah awal yang harus dilakukan adalah membuka file foto yang akan kita acak - acak (hee)
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOK7rMtsYDWXxhsd50TOImTNHXcGBIEu07ZzrW1db_zNrQZCkkpNXyzaYvc7z_sF3gZ_fdasYyILEka9Ef3Ec1S9-e6_LfpeuUXy0avQ5ZvZUptvGkbn4SVaC2lrLWmP6WN5HC1z1U6SA/s1600/photoshop_foto_41_clip_image002.jpg
Cantik kan mba' Aoki ini. hee

Setelah terbuka, duplikat image background tadi dengan cara tekan Ctrl + J
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOyvtfMbo0aV2HlaOmKtM5QkvhEXnWtkfGHY1UwYdulaQeVK6VjtRNZ7PUDsk4ypP1iCTAXwNLERIJzI-5Y-yPDn1TQ80BEpG8MSNbtkI37UoR8xVPdGWXBcCjNe2ZRZU_uIjL3F-ObCM/s1600/photoshop_foto_41_clip_image001.jpg

LANGKAH 2
Setelah di duplikat, lalu kita aktifkan lagi layer backgroundnya dengan cara klik pada layer background. Kemudian tutup sebagian tubuh foto pada layer background dengan menggunakan Clone Tool.
begini nei jadinya (tapi bisa dikreasi sendiri sesuai kemaluan kita,,eh salah,,maap2,,kemauan maksudnya)hee
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjC2efK2BAdJPJWg_CoLozCN1C5QRxYG72MYMijz0Rq46Y5_wVdFEAzNo7-LwhTbO3XiC6YGBm4SbN4N7uOaglcg24lno9_hqeCiAIzELvf88ed_C3YhIuHLVLbL52jPr91nVcymn__X-4/s1600/photoshop_foto_41_clip_image002_0000.jpg

LANGKAH 3
Setelah selesai, aktifkan kembali layer 1 dan buat layer baru (New Layer) atau tekan Ctrl+shift+N. Kemudian load brush yang sudah di download tadi dengan cara mereplacenya, lalu brows dimana letak kita menyimpan download brush tadi.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZQvrMKjHrl1RNNPu6WW3G8DLLz09BZiSgVi58NfwtN840LY68lZinKbW33K_Solcsl128KnXvtXbYUSpyuF7MhH1QlHEiB4QDg034waHaKXPQEQcayfEEy_Cg07Anwz4hJNNBDBYLjH0/s1600/photoshop_foto_41_clip_image001_0000.jpg
Klik Brush Tool >> klik kanan pada Layer >> pilih Replace Brushes

LANGKAH 4
Gunakan Eyedropper untuk menyamarkan warna brush dengan warna gambar/object, lalu klik kembali brush, lalu tempatkan Brush sesuai dengan warna.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0iYWyJXsYeKnvt2TZeEI9tdbCjHKVGnTZ5OEFDM1SgILFIfz647wXUn_ge0EkzeuZpYyl3vekz1HA-MWfnKhODp0CyTK1M4kR09ko7zMl8puSt03h48i_o4lJ3uXmqgrI59mSbb6toAM/s1600/ppppppppp.jpg
Usahakan Brush tersusun dengan rapi, sehingga efek pasir yang tertiupnya jadi kelihatan nyata

LANGKAH 5
Aktifkan kembali Layer 1, lalu gunakan Eraser Tool (E), gunakan Brush  yang sama dengan yang kita pakai tadi.. Kemudian hapus beberapa bagian yang perlu dihapus.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAzQi2nMT0kfbRWI5-AnmWwIgeZ7YLMvGmsg_PpPJlkc66CxGVjwQnNbRknnUpySiDUAlrjU37oUOwU6C92HI4dDgNr1rrgQNPNBroPgABsPPuYr_8dNyVJ4K2Dti4uitriR3PwwUrMwk/s1600/bbbbbbbbbbbbb.jpg
Setelah selesai, kemudian Flatten Image : Layer >> Flatten Image. Setelah menyatu duplikat lagi Layer Background atau tekan Ctrl+J

LANGKAH 6
Langkah terakhir, Blur Layer 1 dengan cara pilih Filter >> Blur >> Gaussian Blur. Ubah opacity Layer 1 menjadi 55%. Langkah ini untuk memberi kesaan Soft saja, kalaupun tidak digunakan juga tidak apa2.
Dan inilah hasil akhirnya
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_mDymYoM44OvEboJkSiwU8t73pAh3zKE5oIjNa-tMbn-rCuPsrNi27Zm9DoVouJNO6AdsxybOfVujJDbKIxUllYNn-qGGu5oVEnD1dK9q9G9tfyYosfTT8TChF0QheyntUlcKRSCXDtw/s1600/photoshop_foto_41_clip_image002_0003.jpg
Gimana??? keren kan??
Selamat mencoba.....

Pada postingan cara membuat brush bubble atau brush gelembung sabun sebelum postingan ini.. gak dibahas cara pake nya.. hehehe.. sengaja.. biar banyak postingan nya :p
tapi sekedar info aja artikel ini sebenarnya artikel punya situs ilmuphotoshop yg ingin saya bagikan tapi suudah minta izin dulu untuk menggandakan artikel nya
ya udah langsung aja..
Buka foto yang mau dibuat bergelembung..
Description: http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/12/bubble-sample.jpg
Sekarang setting Brush nya..
Yuk mari gan..
Klik Brush tool
Nanti muncul Brush palette.. kalo gak muncul silahkan Klik Windows > Brushes
Klik brush bubble yang sudah dibuat..
setting scattering nya .. ini fungsi nya untuk memisah kan bubble yang tadinya menumpuk
nanti coba-coba dengan angka yang lain..  sangat menyenangkan deh pokoknya..
Description: http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/12/bubbles-brush241.jpg
Lalu setting juga shape dynamics nya..
ini berfungsi untuk besar kecil masing-masing bubble atau putaran masing -masing bubble
silahkan coba-coba aja yah..
Description: http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/12/bubbles-brush251.jpg
kalo udah klik di foto yang tadi udah disiapkan..
Ukuran nya terserah temen-temen aja.. mau gede , kecil, sedang..
Lebih bagus lagi kalo foreground nya PUTIH..
Description: http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/12/bubbles-brush261.jpg
Hasilnya adalah
Description: http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2010/12/soap-buble-brush1.jpg
Selamat mencoba dan bersenang-senang..  Description: ;)




sumber: https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6576498103882641454#template